Mulut untuk
menenangkan atau untuk menghina?? Itulah mulut para petugas Kantor Pusat POS
Indonesia Pemda Cibinong.
Saya adalah salah
satu seorang marketing di salah satu Perusahaan Jasa Lapangan Golf di area Bogor,
saya bukan seorang yang hobby complain tapi justru lebih sering di complain
sehingga saya tahu bagaimana caranya menghadapi kemarahan atau complainan dari
orang lain, tapi kali ini kekesalan saya sudah sampai pada puncaknya.
Suatu ketika
saudara saya berulang tahun, saat itu saya membelikan sebuah jam tangan untuk kado ulang tahunnya, pada Kamis, 09 January 2014 saya mencoba mengirimkan
paket via POS Indonesia Kantor Pusat Cibinong yang letaknya di Jl. Tegar
Beriman kawasan Perkantoran Pemda Kabupaten Bogor. Saya masih ingat betul saat
itu transaksi dilakukan di loket 5 sekitar pukul 14.30 WIB dengan berat paket
235gr no resi 13171570150 paket ekspress
tujuan Sleman, Yogyakarta. Di paket yang saya kirimkan saya cantumkan no
telepon si penerima untuk menghindari salah alamat atau tidak ditemukannya
alamat, seperti yang biasa saya lakukan jika saya mengirim sebuah paket via
jasa ekspedisi lainnya selain ekspedisi POS Indonesia.
Namun 4hri lamanya
saya dapat kabar bahwa si penerima tidak juga menerima paket yang saya
kirimkan, saat itu saya langsung berinisiatif menanyakan CS kantor POS Pusat
Cibinong by phone pada tanggal 15 January 2014 sekitar pukul 10pagi, jawaban
yang saya dapat saya dimohon untuk
menunggu 1 hari hingga mereka bisa melacak keberadaan paket tersebut. Dengan
rasa percaya bahwa paket saya pasti sampai, saya sabar menunggu waktu yang
mereka minta. Sampai akhirnya saya berkomunikasi dengan saudara saya ditanggal 17 Januari , saya meminta dia untuk
inisiatif ke kantor pos pusat yang ada di Yogyakarta untuk mencari sendiri
barang yang saya kirim, karena hingga saat itu saya masih belum mendapatkan
jawaban dari Pihak Kantor Pos dimana keberadaan paket saya, bahkan ironisnya
lagi ketika saya mencoba mengecek via website no resi saya, saya sempat
dikagetkan bahwa status yang tertera di website kosong, hanya terlihat no resi
dan kantor pengirim dengan kode pos 16900 tidak seperti pelacakan jasa
ekspedisi lainnya yang tercantum dengan jelas status keberadaan barang, namun
saudara saya pun juga harus dilempar sana sini dengan alasan coba anda cari ke
kantor pos gudang yang menyimpan barang-barang yang tidak ditemukan
alamatnya. Sampai akhirnya tanggal 17
Januari sekitar pukul 13.00 WIB saya mencoba kembali mengecek by phone CS Novi
untuk menanyakan barang saya, saya hanya mendapat jawaban akan kami lacak
keberadaannya, dan saya lagi lagi diminta menunggu maksimal 1 minggu dan lagi
lagi saya percaya akan omongan mereka, dengan sabar dan percaya saya menunggu
sembari setiap hari saya mencoba mengecek website pos indonesia, barangkali
status sudah terlihat, namun ternyata tetap tidak juga terlihat. Langkah yang
saya lakukan tidak hanya berhenti sampai disitu saja, saya pernah meminta Novi
untuk mengirimkan by email transaksi saya saat itu, tapi saya tidak dapat
feedback, bahkan saya juga pernah mencoba memasukan data complain by email Pos
Indonesia, tapi tetap tidak ada feedback dari mereka.
Pada tanggal 21
Januari pagi, saya mendapat kabar kalau saudara saya dihubungi oleh pihak Pos
Indonesia cabang Yogyakarta yang menyatakan bahwa barang saya dinyatakan
hilang!!!! Saat itu saya baru saja tiba dikantor tempat saya bekerja, seketika
saya mencoba berkali kali menghubungi kantor POS Pusat Cibinong 021-8762618,
namun tidak ada jawaban/tidak diangkat.
Sampai akhirnya dengan terpaksa saya meminta ijin oleh atasan saya untuk
bekerja setengah hari, sekitar jam 14.15 WIB di hari yang sama saya mengunjungi
kantor Pos Pusat Cibinong, saya langsung meminta bertemu dengan Novi selaku CS
yang juga menangani paket saya beberapa waktu lalu, saya meminta kejelasan
tentang kebenaran kehilangan paket yang saya kirim, namun ternyata jawaban itu
benar, paket saya telah dinyatakan hilang. Saat itu saya begitu marah, seperti
pertanyaan lainnya pasti kita akan bertanya bagaimana bisa hilang??????
Sedangkan saya memberikan alamat yang jelas, kode pos hingga no si penerima,
yang saya kecewakan tidak ada inisiatif dari
pihak pos cibinong untuk menghubungi saya, jika saya yang tidak kesana
mungkin hingga detik ini saya tidak dikabari oleh mereka. Saya marah, saya
memukul meja dengan nada keras, saat itu novi langsung mengajak saya kedalam
ruangan untuk langsung berbicara dengan atasannya yaitu Ibu Betty selaku
manager disana. Ketika saya dipertemukan oleh Managernya, beliau mencoba
menanyakan beberapa hal kepada saya, dan dari mana saya tahu jika paket saya
memang hilang. Saya mencoba menjawab semua pertanyaan yang beliau lontarkan,
saya pun mencoba menanyakan bagaimana bisa paket saya hilang? Jawaban yang saya
dapat tidak cukup memuaskan telinga saya, beliau hanya menjawab barangkali
terselip, saya pun mencoba menanyakan kenapa status di website kosong? Lagi
lagi saya tidak mendapatkan jawaban yang pasti, bahkan beberapa kali saya
meminta bukti tanda terima jika memang paket itu sudah sampai di pos
yogyakarta, namun lagi lagi jawaban yang tidak masuk akal yang saya dapat.
Mungkin sebagian pembaca disini sudah paham bagaimana caranya serah terima
dokumen atau barang jika kita ingin memberikannya ke department lain jika kita
sedang berada dikantor, sudah pasti kita harus menyiapkan tanda terima sebagai
bukti bahwa dokumen tersebut telah diterima, tidak mungkin rasanya jika sebuah
Perusahaan Jasa Ekspedisi seperti ini tidak melakukan hal serupa, apalagi ini
berkaitan dengan penerimaan barang, saya rasa antara kantor pos yang satu
dengan yang lainnya membutuhkan tanda terima semacam itu.
Solusi yang mereka
tawarkan mereka akan mengembalikan uang, dengan syarat saya harus melengkapi
dokumen seperti bukti transaksi dan faktur pembelian jam, saya hanya berkata kepada atasan mereka ribet
yah? kemudian atasan tersebut berkata memang ribet mbak, dulu saja saya pernah
mengirim hp ke papua dan hilang (dalam hati saya oh ternyata itu bukan hanya
sekali) tidak ada dipikiran saya, saya ingin pengembalian uang, yang saya
inginkan jawaban kemana paket saya? Dan seberapa besar niat mereka mencari
barang yang sudah saya titipkan ke mereka. Ketika saya bilang saya tidak mau
pengembalian, saya mau barang itu ditemukan! Mereka hanya menjawab sudah tidak
mungkin mbak, emosi saya semakin memuncak saat itu. Dimana tanggung jawab
mereka atas kepercayaan konsumen terhadap jasa mereka?? Bahkan yang sempat membuat saya SAKIT HATI
adalah mulut beberapa pegawai disana yang terdengar jelas ditelinga saya saat
itu, mereka rumpi tentang harga jam tangan saya, penghinaan yang saya dapat dan
saya dengar, saya mendengar beberapa pegawai disana berkata (alagh jam tangan
kw ajah di bikin ribet, bukan jam tangan mahal kok itu), oke memang jam tangan
itu tidak mahal, tidak sebesar gaji yang mereka dapatkan, tapi tolong ini bukan
soal harga, bukan soal ke- resehan saya yang bawel dan marah marah, tapi ini
soal Seberapa BESAR Kalian bertanggung jawab atas pekerjaan kalian??? Saya rasa
itu bukan urusan kalian seberapa mahal barang yang saya kirimkan, urusan kalian
adalah menyampaikan amanat dari konsumen untuk si penerima dengan BAIK.
Bahkan ditanggal 22 Januari 2014 ketika saya mencoba mengecek kembali
status no resi saya di internet, setelah kejadian itu NO RESI SAYA DI BLOKIR.
Status tidak terdekteksi. bahkan hingga detik ini (25 Januari 2014) masih juga tidak ada itikad baik dari Pihak Pos Indonesia untuk mengembalikan barang saya yang hilang. seolah-olah bagi mereka ini adalah hal yang wajar "TERSELIP" hmmm...
Inikah pelayanan
yang saya dapat dari mulut mereka?? Ketidak sopanan perkataan yang seharusnya
tidak keluar dari seorang public service. Saat itu saya begitu marah, tidak
banyak perkataan yang saya lontarkan, saya hanya berkata “So apa solusinya?”
kemudian mereka menjawab, saya berkata lagi “OKE RIBET, THANKS!!!” sembari saya
keluar membanting pintu dan membanting standing benner di dekat loket, saya
mendengar salah satu pegawai berkata “yang sopan dong mbak??” disini di suara
pembaca ini saya sampaikan, saya akan sopan jika kalian sopan dengan mulut
kalian, saya tidak akan melakukan pembantingan seperti itu jika tidak ada yang
menyulut emosi saya, tidak mungkin ada asap jika tidak ada api. Saya berani
berkata seperti ini mungkin untuk pembelajaran bagi Pos Indonesia untuk tidak
menyepelekan hal kecil seperti ini, mohon kepada pihak kantor pos bisa lebih
bertanggung jawab dan profesionalitas dalam memberikan jalan keluar dari
masalah yang disebabkan oleh kelalaian pihak kantor pos sendiri, tanpa
memandang seberapa besar isi paketnya terlebih lmengeluarkan kata-kata yang
tidak layak untuk didengar, sudah seharusnya pos bertugas mengirimkan barang,
kami sudah membayar jasa dan menyimpan kepercayaan yang anda berikan, sekarang
berikan saya hak untuk mendapatkan pelayanan yang baik pula. Saya berani aktif
berbicara karna mungkin saya hanya mewakili dari sekian banyak konsumen yang
pernah mengalami hal serupa, namun tidak berani mengeluarkan pendapat mereka. Trims
_agl_