Saturday, January 25, 2014

Paket Hilang melalui Jasa Pos Indonesia



Mulut untuk menenangkan atau untuk menghina?? Itulah mulut para petugas Kantor Pusat POS Indonesia Pemda Cibinong.
Saya adalah salah satu seorang marketing di salah satu Perusahaan Jasa Lapangan Golf di area Bogor, saya bukan seorang yang hobby complain tapi justru lebih sering di complain sehingga saya tahu bagaimana caranya menghadapi kemarahan atau complainan dari orang lain, tapi kali ini kekesalan saya sudah sampai pada puncaknya.
Suatu ketika saudara saya berulang tahun, saat itu saya membelikan sebuah  jam tangan untuk kado  ulang tahunnya, pada Kamis,  09 January 2014 saya mencoba mengirimkan paket via POS Indonesia Kantor Pusat Cibinong yang letaknya di Jl. Tegar Beriman kawasan Perkantoran Pemda Kabupaten Bogor. Saya masih ingat betul saat itu transaksi dilakukan di loket 5 sekitar pukul 14.30 WIB dengan berat paket 235gr  no resi 13171570150 paket ekspress tujuan Sleman, Yogyakarta. Di paket yang saya kirimkan saya cantumkan no telepon si penerima untuk menghindari salah alamat atau tidak ditemukannya alamat, seperti yang biasa saya lakukan jika saya mengirim sebuah paket via jasa ekspedisi lainnya selain ekspedisi POS Indonesia.
Namun 4hri lamanya saya dapat kabar bahwa si penerima tidak juga menerima paket yang saya kirimkan, saat itu saya langsung berinisiatif menanyakan CS kantor POS Pusat Cibinong by phone pada tanggal 15 January 2014 sekitar pukul 10pagi, jawaban yang  saya dapat saya dimohon untuk menunggu 1 hari hingga mereka bisa melacak keberadaan paket tersebut. Dengan rasa percaya bahwa paket saya pasti sampai, saya sabar menunggu waktu yang mereka minta. Sampai akhirnya saya berkomunikasi dengan saudara saya  ditanggal 17 Januari , saya meminta dia untuk inisiatif ke kantor pos pusat yang ada di Yogyakarta untuk mencari sendiri barang yang saya kirim, karena hingga saat itu saya masih belum mendapatkan jawaban dari Pihak Kantor Pos dimana keberadaan paket saya, bahkan ironisnya lagi ketika saya mencoba mengecek via website no resi saya, saya sempat dikagetkan bahwa status yang tertera di website kosong, hanya terlihat no resi dan kantor pengirim dengan kode pos 16900 tidak seperti pelacakan jasa ekspedisi lainnya yang tercantum dengan jelas status keberadaan barang, namun saudara saya pun juga harus dilempar sana sini dengan alasan coba anda cari ke kantor pos gudang yang menyimpan barang-barang yang tidak ditemukan alamatnya.  Sampai akhirnya tanggal 17 Januari sekitar pukul 13.00 WIB saya mencoba kembali mengecek by phone CS Novi untuk menanyakan barang saya, saya hanya mendapat jawaban akan kami lacak keberadaannya, dan saya lagi lagi diminta menunggu maksimal 1 minggu dan lagi lagi saya percaya akan omongan mereka, dengan sabar dan percaya saya menunggu sembari setiap hari saya mencoba mengecek website pos indonesia, barangkali status sudah terlihat, namun ternyata tetap tidak juga terlihat. Langkah yang saya lakukan tidak hanya berhenti sampai disitu saja, saya pernah meminta Novi untuk mengirimkan by email transaksi saya saat itu, tapi saya tidak dapat feedback, bahkan saya juga pernah mencoba memasukan data complain by email Pos Indonesia, tapi tetap tidak ada feedback dari mereka.
Pada tanggal 21 Januari pagi, saya mendapat kabar kalau saudara saya dihubungi oleh pihak Pos Indonesia cabang Yogyakarta yang menyatakan bahwa barang saya dinyatakan hilang!!!! Saat itu saya baru saja tiba dikantor tempat saya bekerja, seketika saya mencoba berkali kali menghubungi kantor POS Pusat Cibinong 021-8762618, namun tidak ada jawaban/tidak diangkat.  Sampai akhirnya dengan terpaksa saya meminta ijin oleh atasan saya untuk bekerja setengah hari, sekitar jam 14.15 WIB di hari yang sama saya mengunjungi kantor Pos Pusat Cibinong, saya langsung meminta bertemu dengan Novi selaku CS yang juga menangani paket saya beberapa waktu lalu, saya meminta kejelasan tentang kebenaran kehilangan paket yang saya kirim, namun ternyata jawaban itu benar, paket saya telah dinyatakan hilang. Saat itu saya begitu marah, seperti pertanyaan lainnya pasti kita akan bertanya bagaimana bisa hilang?????? Sedangkan saya memberikan alamat yang jelas, kode pos hingga no si penerima, yang saya kecewakan tidak ada inisiatif dari  pihak pos cibinong untuk menghubungi saya, jika saya yang tidak kesana mungkin hingga detik ini saya tidak dikabari oleh mereka. Saya marah, saya memukul meja dengan nada keras, saat itu novi langsung mengajak saya kedalam ruangan untuk langsung berbicara dengan atasannya yaitu Ibu Betty selaku manager disana. Ketika saya dipertemukan oleh Managernya, beliau mencoba menanyakan beberapa hal kepada saya, dan dari mana saya tahu jika paket saya memang hilang. Saya mencoba menjawab semua pertanyaan yang beliau lontarkan, saya pun mencoba menanyakan bagaimana bisa paket saya hilang? Jawaban yang saya dapat tidak cukup memuaskan telinga saya, beliau hanya menjawab barangkali terselip, saya pun mencoba menanyakan kenapa status di website kosong? Lagi lagi saya tidak mendapatkan jawaban yang pasti, bahkan beberapa kali saya meminta bukti tanda terima jika memang paket itu sudah sampai di pos yogyakarta, namun lagi lagi jawaban yang tidak masuk akal yang saya dapat. Mungkin sebagian pembaca disini sudah paham bagaimana caranya serah terima dokumen atau barang jika kita ingin memberikannya ke department lain jika kita sedang berada dikantor, sudah pasti kita harus menyiapkan tanda terima sebagai bukti bahwa dokumen tersebut telah diterima, tidak mungkin rasanya jika sebuah Perusahaan Jasa Ekspedisi seperti ini tidak melakukan hal serupa, apalagi ini berkaitan dengan penerimaan barang, saya rasa antara kantor pos yang satu dengan yang lainnya membutuhkan tanda terima semacam itu. 
Solusi yang mereka tawarkan mereka akan mengembalikan uang, dengan syarat saya harus melengkapi dokumen seperti bukti transaksi dan faktur pembelian jam,  saya hanya berkata kepada atasan mereka ribet yah? kemudian atasan tersebut berkata memang ribet mbak, dulu saja saya pernah mengirim hp ke papua dan hilang (dalam hati saya oh ternyata itu bukan hanya sekali) tidak ada dipikiran saya, saya ingin pengembalian uang, yang saya inginkan jawaban kemana paket saya? Dan seberapa besar niat mereka mencari barang yang sudah saya titipkan ke mereka. Ketika saya bilang saya tidak mau pengembalian, saya mau barang itu ditemukan! Mereka hanya menjawab sudah tidak mungkin mbak, emosi saya semakin memuncak saat itu. Dimana tanggung jawab mereka atas kepercayaan konsumen terhadap jasa mereka??  Bahkan yang sempat membuat saya SAKIT HATI adalah mulut beberapa pegawai disana yang terdengar jelas ditelinga saya saat itu, mereka rumpi tentang harga jam tangan saya, penghinaan yang saya dapat dan saya dengar, saya mendengar beberapa pegawai disana berkata (alagh jam tangan kw ajah di bikin ribet, bukan jam tangan mahal kok itu), oke memang jam tangan itu tidak mahal, tidak sebesar gaji yang mereka dapatkan, tapi tolong ini bukan soal harga, bukan soal ke- resehan saya yang bawel dan marah marah, tapi ini soal Seberapa BESAR Kalian bertanggung jawab atas pekerjaan kalian??? Saya rasa itu bukan urusan kalian seberapa mahal barang yang saya kirimkan, urusan kalian adalah menyampaikan amanat dari konsumen untuk si penerima dengan BAIK.
Bahkan ditanggal 22 Januari 2014 ketika saya mencoba mengecek kembali status no resi saya di internet, setelah kejadian itu NO RESI SAYA DI BLOKIR. Status tidak terdekteksi. bahkan hingga detik ini (25 Januari 2014) masih juga tidak ada itikad baik dari Pihak Pos Indonesia untuk mengembalikan barang saya yang hilang. seolah-olah bagi mereka ini adalah hal yang wajar "TERSELIP" hmmm...

Inikah pelayanan yang saya dapat dari mulut mereka?? Ketidak sopanan perkataan yang seharusnya tidak keluar dari seorang public service. Saat itu saya begitu marah, tidak banyak perkataan yang saya lontarkan, saya hanya berkata “So apa solusinya?” kemudian mereka menjawab, saya berkata lagi “OKE RIBET, THANKS!!!” sembari saya keluar membanting pintu dan membanting standing benner di dekat loket, saya mendengar salah satu pegawai berkata “yang sopan dong mbak??” disini di suara pembaca ini saya sampaikan, saya akan sopan jika kalian sopan dengan mulut kalian, saya tidak akan melakukan pembantingan seperti itu jika tidak ada yang menyulut emosi saya, tidak mungkin ada asap jika tidak ada api. Saya berani berkata seperti ini mungkin untuk pembelajaran bagi Pos Indonesia untuk tidak menyepelekan hal kecil seperti ini, mohon kepada pihak kantor pos bisa lebih bertanggung jawab dan profesionalitas dalam memberikan jalan keluar dari masalah yang disebabkan oleh kelalaian pihak kantor pos sendiri, tanpa memandang seberapa besar isi paketnya terlebih lmengeluarkan kata-kata yang tidak layak untuk didengar, sudah seharusnya pos bertugas mengirimkan barang, kami sudah membayar jasa dan menyimpan kepercayaan yang anda berikan, sekarang berikan saya hak untuk mendapatkan pelayanan yang baik pula. Saya berani aktif berbicara karna mungkin saya hanya mewakili dari sekian banyak konsumen yang pernah mengalami hal serupa, namun tidak berani mengeluarkan pendapat mereka. Trims _agl_